01
Jan
16

Where does ‘Sampah’ belong?

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Happy New Year 2016!

Baiklah. Kali ini saya mau ngomongin sampah. Kenapa? Karena berhubungan dengan tahun baru dan perayaannya, pasti tidak lepas dari sampah sisa tadi malam yang menggunung. Sebenarnya sampah tu nggak enak diomongin, enaknya dibuang, kemana? ya ke tempat sampah. Tapi entah kenapa, sampai sekarang masih saja susah masukin ide ke kepala orang-orang kalo sampah itu tempatnya di tempat sampah, bukan di tempat lain. Kan kasihan sampahnya kalo sampai salah tempat. Dia pasti merasa out of place. Gimana enggak, coba bayangin, ada orang yang nggak pernah nonton Star Wars satu kali pun, terus dimasukin ke satu ruangan yang isinya penggemar fanatik Star Wars lengkap dengan atribut dan segala macamnya, gimana rasanya? A W K W A R D ~~~ Begitupun dengan sampah, yang misalnya dibuang ke selokan yang isinya air yang gampang ngalir masuk ke lubang-lubang kecil, jadi akan merasa awkward juga. Come on, ngertiin perasaan sampah..

Padahal kalau di luar negeri (saya belum pernah kesana hoi), kota-kota itu bersih dari sampah. Kemarin adik saya KKL di Singapura dan waktu pulang yang diceritakan itu betapa bersihnya jalanan disana. Tidak ada sampah satu pun yang terlihat. WOW. Selain kesadaran penduduk sudah cukup baik, pengelolaannya juga bagus.

Tapi memang ya, kesadaran itu mahal harganya. Apalagi mengajarkan kesadaran itu sendiri. Jujur, saya suka sebel kalo ada orang jalan santai sambil makan bawa snack terus setelah isinya habis, bungkusnya langsung dibuang tanpa dosa nggak lihat kiri kanan. Padahal ada tempat sampah disituuuu. Right over there. Berdiri tegak dengan gagahnya. Tambah sebel lagi kalo yang buang sampah itu saya kenal orangnya, kemarin adik saya lempar nggak masuk cuma kena pinggirnya saja saya liatin. Dan dia tahu arti tatapan saya hahaha . Ditambah lagi anak didik saya sendiri yang setiap hari sudah diperingatkan sampai berkoar-koar otot leher kencang untuk buang sampah di tempatnya. Rasanya oh.. sakitnya tuh disini. Pernah satu kali ketika tidak ada jam, saya duduk-duduk santai di kantor, tiba-tiba dari kelas sebelah ada plastik yang masih berisi es meluncur dengan indahnya dan mendarat di tengah lapangan. Jangan tanya apa yang saya lakukan. #sensor# hehehe~~ #bercanda
Bukannya apa-apa, coba bayangin, kalo setiap kelas katakanlah minimal ada 20 anak, satu orang buang satu bungkus permen yang kecil, nggak akan terasa, bisa nyempil, kan kecil. Tapi kalau yang buang 20-20 nya, jadi ada 20 bungkus permen di jalan. Belum lagi satu sekolahan, lama-lama kan jadi gunung. Gunung sampah OMG! Contoh lain sering saya lihat juga di jalan raya pas lagi on the way. Jadi waktu itu ada mobil keren di depan mobil yang saya tumpangi (yang emang kalah keren karena sudah tua), awalnya saya takjub akan kekerenannya. Tapi tiba-tiba kaca jendela samping dibuka dan “mak plung” ada bungkus makanan keluar dari dalam. Kalau dipikir logika sih nggak mungkin itu bungkus makanan terbang sendiri sambil buka kaca jendela dong. Yah begitulah.. Akan tetapiiiiii… bukan berarti semua orang nggak punya kesadaran buang sampah di tempatnya, ada juga banyak yang sudah sadar.

Disini nggak perlu saya jelaskan akibat-akibat yang akan terjadi kalau buang sampah sembarangan. Karena saya yakin, semua orang sudah tahu. Bukan saya bermaksud untuk merasa menjadi yang paling benar, karena kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan datang dari diri kita. Kita kembali di acara Dorce Show show show show. #Bercandalagi 😀
Disini hanya ingin mengajak, yuk, mulai dari diri kita sendiri, sebisa mungkin ketika ada sampah di tangan kita, tunggu sampai ada tempat sampah baru dibuang. Because it belongs there. Really.

 

current song: Rachel Platten – Fight Song

Advertisements
19
Aug
15

Kebyar Kebyar

Ada yang tahu Arkarna? Band Inggris yang happening di tahun 90-an. Dulu saya sempat lumayan sering dengerin lagu-lagunya. “So Little Time, Life is Free, Rehab” (kalo lupa coba deh cek youtube). Dulu sih sering lihat pas jamannya lagu-lagu dari manapun masih diputer di TV dan ada wadahnya pula. Acara musik yang emang bener-bener ya isinya musik, bukan yang lain. Kalo sekarang ya cuma mengandalkan internet sajalah untuk update lagu-lagu.

Okay, so kenapa tiba-tiba bahas Arkarna? Soalnya baru saja saya lihat video mereka perform di Indonesia yang sebenernya sih tayangnya tadi malam. Jadi acaranya bernama Mega Konser Dunia di salah satu TV swasta. Dan iya, iklannya sudah lama, sudah dicatat di otak juga padahal harus nonton dan harus nonton, karena selain disitu ada Arkarna, ada MLTR jugaaa (okay ketahuan penulisnya hidup di jaman apa). But yeah, cewek mana yang nggak suka MLTR? kalau ada, she’s insane. Sampai sekarang masih klepek klepek, meleleh, melting atau apalah kalau kita dengar atau dinyanyiin pake lagu-lagu mereka pasti. hehe. Malah jadi bahas MLTR ya? Lain kali saja MLTRnya, sekarang back to Arkarna. Jadi kan sudah bertekad untuk nonton jauh-jauh hari, eh pas hari H-nya lupa! Dan tidur! Itulah bodohnya saya. Entah kenapa tiba-tiba malam ini saya ingat, dan respons yang saya lakukan setelah ingat adalah tepuk jidat dan langsung search di youtube. Thank you youtube. *wink&hug*

Sedang enak nonton, tiba-tiba di salah satu performance, Arkarna yang kini tinggal berdua, men-cover lagu Indonesia yang berjudul “Kebyar Kebyar” milik penyanyi Gombloh. Surprised dong. Dan ternyata bukan cuma dicover. Untuk menyambut kemerdekaan RI, mereka juga sudah buat MV nya, dan bagus. Pas banget sama suasana kemerdekaan yang sedang dirayakan publik kita tercinta. Alasan kenapa mereka pilih lagu itu sih karena katanya lagunya keren, very anthemic. Saya rasa sih mereka cukup berani untuk cover full satu lagu Indonesia, dan berhasil. Dan itulah yang membuat saya gatal kepingin posting disini. Pronunciationnya oke lho. Belum dengar lagunya? Check this one out.

Merinding.

So what do you think? 😀 😀 😀

p.s. : posting dadakan

current song: So Little Time – Arkarna (serius)

10
Aug
15

Korean Taste…

Di postingan sebelumnya sudah pernah saya jabarkan tentang salah satu passion saya sama hal-hal berbau korea. Nha kali ini saya mau cerita tentang pengalaman makan makanan ala korea. Kalo suka korea, pasti juga suka makanannya. Apalagi saya, yang doyan kuliner. Tiap kali nonton drama korea pasti cuma bisa ngiler lihat makanan-makanan yang kayaknya lezat itu. Bahkan ada drama yang emang khusus menampilkan makanannya, sudah sampe season 2 pula (Let’s Eat).

Sebenernya udah lumayan lama nyobain makanan koreanya. Berhubung baru kepikiran nulis ya udah, 😀 (padahal males). Kenapa kepingin nyoba? ya soalnya sudah nggak kuat cuma bisa ngiler aja. Akhirnya dengan tekad bulat harus nyobain kayak apa sih rasanya. Berhubung di kampung gak ada restoran korea, dan mo ke koreanya langsung juga gak mungkin, akhirnya nyari-nyari di kota sebelah yang ada restoran koreanya. Walopun cuma KW, bukan langsung buatan korea (yang mungkin cita rasanya juga udah diubah dan disesuaikan sama lidah kita), but its worth to try lah. Gak ada salahnya nyoba. And here we go…

Waktu itu saya nggak sendirian, jadi kita berempat yang juga penasaran sama korean food. Sampai di dalam disambut embak-embak pake hanbok trus nyari tempat duduk. Si embaknya ngasih menu yang isinya gambar, nama makanan, dan harga. Kita berempat cuma pesan 3 menu kalo gak salah. Tapi mejanya penuh sesak sama piring-piring kecil yang isinya side dish. Jadi di korea itu kalo makan, pasti ada side dishnya. Dan itu gratis. Side dish nya macem-macem, kalo di restoran itu kita dikasih kimchi, teri, kentang, apalagi lupa. Tiap side dish ditaruh di piring masing-masing, makanya mejanya jadi penuh. Sebelum makan, difoto dulu buat arsip. hihihi~

PhotoGrid_1422109420119

Side dish

f3

Kimchi

Side dish paling utama dan populer sih menurut saya ya kimchi. Siapa yang nggak tau kimchi. Di setiap drama pasti ikutan nongol. Kimchi terbuat dari sayuran yang difermentasi. Pertama kali lihat di tayangan-tayangan korea sih saya bayanginnya, kimchi itu asin, gurih, dan pedas. Ada satu rasa lagi yang saya gak tahu, yaitu, Asem! Yep, asam banget kayak cuka. Makin lama fermentasinya makin nendang katanya. What? Gak bisa ngebayangin deh asemnya kayak apa. Sebenernya kimchi di restoran itu bukan kimchi pertama yang saya coba. You’re not the first for me, Kim. 😀 Tapi jauh sebelumnya saya udah pernah nyobain kimchi yang malah asli dari korea bukan turunan. Jadi temen saya ada yang punya sodara kerja di korea dan dibawakanlah dari sana setoples-toplesnya. Jadi udah nggak kaget sama rasa asamnya. Not that surprised. Pas pertama kali sih, kaget sumpah. Side dish yang lain rasanya ya edible lah. Masih bisa dimakan. Lanjut ke makanan yang kita pesan nih.

f2

Bulgogi

Yang pertama kita pesan “Bulgogi“. Tahu kan daging yang cara makannya dimasukin ke selada trus baru dimasukin mulut. Right, we ordered that. jadi di tiap meja kan ada panci panggangnya jadi servingnya tuh masih mentah, kita seharusnya panggang sendiri kayak barbeque gitu. Seharusnya. Tapi karena kita katrok, wkwk, dimasakinlah sama embaknya. jadi kita tinggal makan aja. Sok gaya, niruin cara makan ala-ala korea. Ambil selada buat bungkus daging terus dicocol ke saus dan… lhep. Rasanya biasa aja. Ya daging, rasanya kayak apa sih. Ya gitu. hahaha.

f

Yukgaejang

Makanan yang kedua datang. “Yukgaejang” namanya. Sejenis sup sapi pedas. Rasanya lumayan segar. Cocok dimakan sama nasi hangat. Jadi inget pengen ketawa terus tiap makan nasinya. Jadi masing-masing kan dapet semangkuk nasi, sendok, dan sumpit. Mangkuk nasinya itu lho yang bikin geli. Serasa makan dari asbak. Lha bentuknya kayak asbak. Persis. Tapi yah, untuk menu yang ini, lumayanlah. I’m a spicy lover. So, makanan apapun kalo pedes juga masih bisa masuk. kekeke~

20150124_194044

Tteokbokki

Ini nih. Ini nih yang ditunggu-tunggu. Yang paling saya idam-idamkan. Selain kimchi, ni makanan gak pernah absen di setiap drama korea. Its kind of street food. Jadi semacam snack dari kue beras dimasak pedas. They call it “Tteokbokki”. Awalnya sih dari rumah saya udah ngincer mau pesan “Rabokki“, tteokbokki yang dimasak campur sama ramyun jadi satu. tapi ternyata gak ada. Yaudah, tteokbokki pun gak papa lah. Sama halnya kimchi, bayangan saya tteokbokki itu, wah warnanya merah, pasti gurih pedas menggoda selera. Saya pun coba satu. Satu gigit maksudnya. Gigit.. and ~~~~

~~~hmmm…Okay.

A-not-good okay. This is like an anticlimax. Mungkin lidah saya yang gak cocok. Mungkin saya yang terlalu overestimate. Mungkin bumbunya beda sama yang ada di bayangan saya. Mungkin. Mungkin. Mungkin. Yang pasti rasanya itu, errr,, bayangkan saja betapa beratnya perjuangan saya untuk menghabiskan satu potong tteokbokki itu setelah satu gigitan. End of discussion.

So, ternyata bukan cuma saya yang gak doyan tteokbokki. Oh thank God, lidah saya masih normal ke~ke. Semua makanan disikat habis kecuali si tteokbokki yang masih penuh dengan manisnya di meja. Mau dibilang ndeso yo wis ben, hahahah.

Overall, apakah saya kapok nyobain makanan korea? Ya jelas tidak. Itu baru berapa yang dicoba, belum yang lain. Siapa tahu di tempat lain rasanya beda. Honestly, udah ngincer satu tempat restoran korea juga sih tapi baru sekedar ngincer. Ngincer Japanese resto juga. Baru ngincer juga. haha. Oh, lastly, untuk harga, ya dengan cuma tiga makanan itu lumayan menguras kantong sih. But its okay, lets try again next time. Aja aja fighting! Sign out!

BGM: Uptown Funk – Mark Ronson Feat. Bruno Mars

27
Apr
14

just checking, is this blog still alive?

WOW. Just W-O-W. Finally I can show up and stare at my red and black screen of this unimportant blog. Its just been forever since I didn’t care and decided to just abandon this piece of shit. Oopsie. I thought I forgot my password but after trying and trying, well, here I am! But honestly, I still have no idea what I am doing here. I don’t have any important stories to share. But who cares. I just wanna write somethin’ and while listening to Vertical Horizon’s Best I Ever Had in both of my ears, I let my fingers touch the keypad of my laptop and create some sentences. I think it’s kind of a normal thing to have the urge to write and suddenly we stop completely. Well, not completely because we can come back anytime. Duh. Professional writers always experience it too, they call it writer’s block. 

Have you ever felt you want to kick someone’s ass when you read something (in-progress-story) and really loooooove the plot and suddenly the writer has writer’s block and can’t continue the rest of the story? Well, I have. It feels AWFUL. I know. We will think that it’s just a selfishness of the writer but can we complain about it? NO. I love to read, fiction, nonfiction, even fanfiction (haha) so I often spend my spare time to read them from my smartphone. And people sometimes think that I am so attached to my phone, well that’s true, but for different reasons. They will think that I always spend my time texting, chatting, twittering, facebook-ing, or stuffs. Why can’t they think that I just so much in love in reading. Well, I understand though. Nevermind. Anyway, I admit that I kinda abandon my books in my bookshelf because I give the attention more to the fiction in the browser of my phone. Even I still have some books I haven’t read from the day I bought. I don’t know, just maybe I should start to read the actual books from now.

When I opened this blog half an hour ago, I scrolled my cursor to all posts (more like scratches actually), and I started to read in a glance and oh-my-god, I started to feel ashamed because like, I wrote those? You ever heard the word “alay”? Well, you can say that some of my writings are like that. Not all, but just some of them. 😛 But no. I’ll never admit that. My writings are not “alay”. Never. Just a little bit weird. Hahahaha what am I thinking?

What else now? 

It’s been hours and I still can’t think the right topic to write. I just write random thoughts and they are not even important. I think I’ll just stop my rumblings. That’s it. I’m out!

16
Mar
12

Translating…

I got a phone call from a friend this evening. She asked me to help her translating as a freelance (again). I said ‘again’ because I’ve done that before for her office last year. I said yes immediately for this offer because wow… I missed this so much. I didn’t care about my schedule. I just missed translating. Teheee…

Usually she gives me bundles of letters to translate with specific deadline and I have to deal with that. Well, if Lenka said in her song that ‘Trouble is a friend’ but for me, there is a saying,
‘deadline is a friend of a translator’.
And for now, she said that I have 2 weeks to finish this. Arrrrgh

Based on my experience, I need to translate from English to Indonesian and vice versa. There are so many differences between those two since translating English to Indonesian is much more easier that Indonesian to English. And of course the deadline is shorter and the payment is cheaper.
But as a translator, we must be ready to take anything.
Aaaand,,,yeah, right now I get the harder one, Indonesian to English translation.
Congraaaats. Clap clap. Deuhhh.. 😀

So, I guess I have to struggle with my schedule of my recent job.
Hope I can make it.
Let’s the game begin.
Fighting!

It’s a short update, I know, but yeah…

current mood: ^__^
current song: could it be – Raisa

20
Feb
12

not an update

what.should.i.do.now?

hmmm?

what?

[sigh]

18
Feb
12

Totally Captivated

“never mind, I’ll find someone like you…”

That’s one of the lines of the song I’ve been hearing all the time recently. Yes, I’ve been totally captivated by the song, the singer, and everything about it. In the previous post, I talked about one of TV programs I like, and now I want to talk about this lovely song here. Well, I’ll never write about something here if I don’t have my eyes on it. So thats why…

I always listen to this song, I mean EVERYDAY. Maybe it’s a little bit too late for liking this song, since it has been succeeded worldwide last year. I actually recognized her a long time ago, but I just started to get crazy by her song recently with her comeback after releasing her first album in 2008. It’s better late than never, no?

Last year, the first time this song released, I was not really into it. Yes, I knew about Adele and this song, and yeah I got curious why she became huge and got so many attentions. So I googled and downloaded this song. But unfortunately, I got the wrong link. The sound quality was bad and I was disappointed. So I just forgot about it and didn’t try to find another link. So stupid, right?
Some times later, I heard my sister sang the reff part of this song in front of my face. Okay, yeah my SISTER, who, as far as I knew, always ONLY gave her attention to local music. I mean, she never showed any interests on music in any languages but Bahasa. And she just didn’t speak English, but she sang it well, with good pronunciation too. It was reaaaally weird. For me. Eheee…
Soooo, I felt like I was slapped right on my face (okay, I was exaggerating). I was just wandering why my sister knew better about this English song than me. She even had downloaded all the songs of her albums. And it was ME who had to copy them from her laptop.
Oh.My.God.

So yeah, I (finally) got those songs and started to listen to them. Especially for “Someone Like You”. And it was amazing. It’s really worth to try. I kept WOW-ing in every single line. I think I abused the repeat button of my netbook, but I didn’t care. It was just the combination of a piano and her great voice. I repeated and repeated and followed to sing along with the song. Darn, It was nooooot easy, except for the Reff part. Fiuuuh… The tone was extremely unique. But yes, I need moaaawrrrrr.

It’s called ‘Someone Like You’.
Enjoy the song here,

The video showed Adele walking alone through the streets with a sad look on her face. I think I like it for being simple and perfect for the sound of the song. The song itself is so beautiful, nice and easy listening but heartwrecking. I really can’t get enough of it. Like I said before, I listen to it every single day. And it’s not just once, (sigh) I don’t know how to count. I mean it. 😀

After enjoying the music by my self which I really enjoyed undoubtly, I was not surprised when she received six Grammy Awards 2012 days ago. And FYI, she also wrote most of her songs by herself. So, for you who have already adored this song just like me, well, that’s a good choice of you,,, And for you who haven’t, what are you waiting for? Just give it a try. 😛

Well, Good job, Adele! Thumbs Up!

current mood: Starving,,,wooooops!
current song: (What else?) Adele’s Someone Like You, of course.




It's all about me and my scratches...

August 2018
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Categories

Advertisements